Setelah sekian lama tidak nulis di blog ini, maklum sibuk urus usaha kecil-kecilan sama teman dan sekarang lebih sering facebook-an jadi terlantarlah blog ini, hari ini walaupun agak capek setelah anter barang, ada waktu sedikit luang untuk nulis di blog ini.
Keinginan menulis ini mucul seiring semakin turunnya prestasi persepakbolaan di Indonesia secara umum (maklum; saya salah satu mania bola). Dan info ter-update team Sea Games Laos 2009 dikalahkah 2 negara ASEAN yang termasuk anak bawang dalam dunia sepakbola di ASEAN yaitu Myanmar dan Laos, dan juga sebelumnya team U-19 Indonesia yang hanya posisi 3 yang praktis gagal lolos kualifikasi piala Asia U-19, dan terakhir yaitu terjepitnya posisi team senior di kualifikasi piala Asia.
Itulah situasi prestasi persepakbolaan di Indonesia yang memang tidak bisa dibanggakan, namun saya semakin sedih setelah pada hari sabtu 12 desember ini saya bersama teman melihat lahan miliknya yang terletak di belakang stadion Dipta Gianyar, dan saat mata tertuju pada kondisi stadion termegah di Bali yang tidak terurus, apalagi setelah tidak ada lagi pertandingan tingkat nasional yang digelar di stadion yang dibangun pada masa pemerintahan bupati Gianyar yaitu Bpk. Cok. Budi Suryawan ini.
Kalau berkaca pada daerah lain yang tidak lebih makmur daripada kabupaten/kotamadya di Bali seperti; Lamongan, Jepara, Wamena, , Kediri dan yang lainnya yang dilihat dari tingkat pendapatan perkapitanya masih dibawah Kab. Badung, Kab. Gianyar, Kab. Tabanan, dan Kodya Denpasar, tapi mereka bisa tetap eksis dan bersemangat untuk membiayai klub sepakbola yang menjadi ikon daerah mereka untuk lebih di kenal walaupun dengan susah payah membiayainya.
Apakah tidak terketuk jiwa para pengusaha dan pemimpin di Bali untuk mengembalikan kejayaan persepakbolaan Bali yang dulu terkenal selalu ikut menyumbang pemain-pemain terbaiknya untuk membela team nasional garuda.
DIarsipkan di bawah: hobby | Leave a Comment »





Lama tidak menyentuh blog ini…seperti ada rasa kangen untuk membaca koment para blogger yang seru n’asyik. Sudah hampir 4 bulanan saya tidak buka blog dikarenakan sekarang lagi punya kegiatan baru yang jauh dari dunia internet. Bareng seorang teman saya sekarang lagi gencar-gencarnya memasarkan produk dry food asli buatan orang Bali. Produk yang sedang kami gencar pasarkan adalah berupa makanan coklat dalam kemasan bernuansa Bali. Produk ini dilahirkan dari pemikiran seorang guide yang juga mantan peserta program pertukaran pemuda se-asia yang berasal dari Gianyar, yang saya panggil Pak Ketut Magic.








