Sudah hampir 4 bulanan ini, kami sekeluarga sudah tidak dipusingkan lagi oleh mampetnya got depan rumah, dan biaya sewa jasa kuras Septik Tank dengan merek-merek para dewa seperti Indra, dan merek perusahaan lainnya setiap musim hujan. Apa sebab? karena daerah kami yaitu Denpasar (baru sebagian Sanur) sudah mulai bisa memakai saluran yang dikerjakan oleh proyek pemerintah yang bernama DSDP; yang rencananya hari ini akan diresmikan oleh presiden SBY di Suwung Denpasar.
Walaupun sebelumnya saya sempat uring-uringan dengan kemacetan dan kerusakan jalan yang diakibatkan oleh pengerjaan proyek DSDP yang dikerjakan oleh kontraktor Jepang untuk area jalan raya utama dan kontraktor lokal/nasional untuk area jalan umum dan gang-gang kecil, akan tetapi sekarang kami sudah merasakan manfaatnya (sorry bagi teman2 di denpasar dan sekitarnya yang belum tersentuh proyek ini dan yang masih dipusingkan oleh hal-hal yang saya sebut didepan).
Biaya yang akan dikenakan kepada setiap rumah per bulan yang menurut petugas pendata yaitu; akan dikenakan per jumlah orang yang menghuni rumah tersebut. Mereka juga menyebut nominal Rp. 5000 setiap bulan untuk tahap awal untuk pelanggan rumah tangga, dan lebih besar lagi nominalnya untuk tempat usaha spt; Garment, Hotel, Restaurant, dll yang sering membuang limbah produksinya.
Kalau proyek DSDP ini bisa berhasil seperti yang direncanakan, saya yakin masalah limbah cair akan sangat berkurang, kita bisa buang hasrat tubuh dengan otak tenang tanpa berpikir akan mencemari lingkungan, selain nanti juga bisa mendapat manfaat pengolahan limbah cair tersebut untuk dijadikan Biogas pengganti BBM dan LPG yang makin mahal.
Bali, 14 Juni 2008
DIarsipkan di bawah: Lingkungan | Ditandai: BC Blog Competition - CS, Pengendalian Limbah Cair















semoga proyek ini ndak mubazir… tapi kenapa di daerah saya ndak ada DSDP nya yah?
padahal kawasan gunung agung kan krodit seka;li penduduknya… ken..ken…ne…
ternyata ada manfaatnya ya, padahal selama projectnya bikin jalan2 dimana-mana macet..wah bos bisa dipastikan limbah dari sanur pasti mayoritas “lendir” semua yak kakakaakakakakkakakakakkak
Update…update….
Nunggu update nih
Hehehehe
cuma di sanur aja ya????
wah wah
mantab ney
salm kenal aja deh……
komen balik yah…..
semoga projeknya tepat sasaran dan berhasil yah…
Sayangnya di lokasi rumah saya, pengerjaannya asal-asalan. Terutama saat pengurugan kembali yang tidak menggunakan alat, hanya ditumbuk saja. efeknya ya saat hujan turun tempo hari, sepanjang saluran yang ditanam pipa, tanahnya anjlok hingga memecahkan paving/batu pecah disekitarnya.
nambah biaya sendiri untuk memperbaiki itu, karena sebulan lamanya blom juga ada tanggapan/tindak lanjut dari pihak pelaksana.